Catatan: Artikel ini merupakan saduran dari HACKER STAGES v1.03 r26MAR2000 dari ElfQrin (www.elfqrin.com). Juga benbego sadur kembali dari www.pazia-network.cjb.net. Pazia sendiri adalah sebuah warnet yg kebetulan dekat dg rumah saya. Dan hebatnya, semua berbasiskan linux. Padahal sebelumnya windows lho. Apa karena takut kena razia kali ya..?
Beberapa bagian dari tulisan asli telah mengalami modifikasi dan penyesuaian. Beberapa yang kurang tepat juga telah saya hapus dan saya sesuaikan relatif terhadap pendapat saya sendiri. Mohon maaf.
Pada dasarnya, setiap pelaku TI atau praktisi hacking itu sendiri mendefenisikan konsep ‘HACKING’ yang berbeda. Tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi perbedaan pendapat terhadap konsep yang di maksud, namun cukup jadikan perbedaan pendapat sebagai sebuah kekayaan pemikiran.
Dalam perjalanan menuju pendewasaan, perubahan pola pikir dan kemampuan teknik, setiap manusia yang memasuki wilayah hacking akan melewati beberapa tingkatan.
1. Si Dungu
Saya rasa tidak berlebihan untuk menyebut masyarakat pada tingkatan ini dengan istilah dungu. Mereka hanya memiliki kemampuan teknis komputer yang rendah dan mengenal hacking dari surat kabar, bahwa hacker adalah seorang penjahat elektronik. Bahkan beberapa diantara mereka juga menulis di surat kabar dalam hal dan konsep yang sama. (more…)



